TKSK Kecamatan Sukra Terkesan Menghindar Dari Konfirmasi Awak Media ?

Indramayu,NJI – Perihal adanya dugaan penyimpangan mengenai Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Wilayah hukum Kecamatan Sukra dengan Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK), Sarjana yang mengawasi adanya Bantuan Sosial (bansos) itu mesti pro aktif dimana bansos itu selama masih digulirkan dan Sarjana masih dipekerjakan oleh Kementerian Sosial atau Dinas Sosial Kabupaten yang berada di Wilayah hukumnya, sosialisasi dengan KPM Sarjana sebagai TKSK mesti sering untuk mengimbau atau memberikan pengertian mengenai BPNT bukan berdiam diri atau sebagian KPM saja yang diberikan himbauan semestinya giat bersosialisasi kepada Masyarakat KPM atau Agen yang dipercayakan untuk pengadaan sembako.

Saat Awak Media News Justice Investigasi (NJI) mendapatkan keterangan atau menemukan penjelasan terhadap Masyarakat atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang mendapatkan bantuan tersebut, mengadukan, “Saya mendapatkan bantuan itu tidak banyak ngomong akan tetapi sekarang di bulan April sampai bulan Mei kok berasnya serasa berbeda walaupun dengan logo yang sama dari BWI, dan logonya hanya berbeda gambar dan warna saja, telur dan ayam, tempe serta buah-bahan Saya tidak tau berapa kilo telur, berapa kilo ayam, dan tempe juga buah-buahan seharga berapanya Saya benar-benar tidak tau pak, mengenai kartu ATM BPNT Saya tidak memegang akan tetapi tatkala datang waktunya pembagian bantuan tersebut, Pak RT lah yang mengantarkan ke rumah, dan tidak ada kejelasan apapun mengenai bansos itu, pak. ” Keluh Masyarakat KPM.

Investigasi Awak Media setelah cros cek di setiap KPM adanya keluhan Masyarakat dan ada pula dugaan bansos yang tidak Sesuai harapan Masyarakat seakan dibohongi oleh para oknum yang menguntungkan pribadinya atau golongannya, Awak media mencoba untuk mengkonfirmasikan adanya dugaan tersebut, apa yang dikeluhkan oleh Masyarakat.
Sarjana saat dimintai untuk bertemu di waktu luang seakan tidak merespon bahkan sempat bertemu di Kantor Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu – Jawa Barat, Sarjana yang sedang ada kesibukan, sedang mengurus penambahan KPM untuk bansos, seketika itupula Awak Media menghargai adanya kesibukan Sarjana, dan berharap untuk menyambungkan lagi pertemuan Kami itu.
Di lain waktu Awak Media mencoba menghubungi Sarjana lewat WhatsApp nya namun selalu tidak ada respon ataupun jawaban untuk bertemu, bahkan sampai ke rumahnya yang berada di Desa Sukra Wetan Kecamatan Sukarja.Menurut Kakaknya yang kebetulan berada di rumahnya,” Sarjana sudah tidak di rumah sini lagi, pasalnya Sarjana sudah rujuk lagi dengan istrinya, kalaupun datang ke sini hanya sesaat saja, Pak. “Ungkap Kakak Perempuan Sarjana dengan Awak Media.

Selang beberapa hari kemudian Awak Media mencoba lagi datang kebrumah istrinya Sarjana yang berada di Desa Cilandak Kecamatan Anjatan, seketika Awak Media berada tepat di depan gerbang rumahnya dengan mengucapkan salam namun tidak ada satu orang pun yang menjawab atau keluar dari dalam rumah padahal menurut tetangganya,” tadi ada istrinya di luar, terus kalau Sarjananya sih ..Saya nggak tau ada atau tidaknya, Pak.” Ucap tetangga. Dan sesaat itupulalah Awak Media masih mencoba hubungi Sarjana lewat seluler ya namun selalu tidak ada jawaban sama sekali seakan Sarjana diduga terkesan menghindari dari kejaran Awak Media.
Konfirmasi mengenai beras yang berbeda corak KPM yang menerima bansos tersebut, Awak Media mencoba datang Rice Center BWI yang beralamtkan di Desa Santing Kecamatan Losarang, Seorang pegawai bagian marketing, tidak banyak menjawab pasalnya untuk lebih jelasnya perihal adanya beras itu, nanti nunggu atau di lain waktu datang lagi untuk menemui Kabag yang ada disini. ” Pungkasnya.
Sehingga terpaksa berita ini diterbitkan, Sarjana yang belum bisa menjelaskan kepada Awak Media termasuk Kabag BWI, Baktiar. (Yana BS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *