H. Muchtar Deluma, SH, MH: Siap Maju di Pilbup Toli-toli

TOLI-TOLI, NJI – Salah satu daerah yang akan menggelar Pilkadabup (Pemilihan Kepala Daerah Bupati) tahun ini, adalah Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Terkait kontestasi di wilayah yang pernah menjadi penghasil cengkeh terbesar kedua setelah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), sudah banyak figur bermunculan. Satu diantaranya adalah H. Muchtar Deluma, SH, MH.

Putra Tolitoli low profil ini disebut-sebut punya peluang cukup besar untuk memimpin Kabupaten Tolitoli kedepan. Muchtar sendiri telah menyatakan kesiapannya untuk maju, lantaran sebuah keterpanggilan moral. Dia melihat, masih banyak “PR” yang harus dituntaskan dan itu menjadi sebuah tanggung jawab besar anak bangsa.

Bicaral integritas, lelaki sederhana ini sudah teruji, sehingga tak perlu diragukan lagi. Rekam jejaknya juga cukup baik dan bersih selama berkarir pada sejumlah jabatan di lingkup Pertanahan. Baik di Sulteng sendiri maupun luar daerah.

Muchtar Deluma termasuk salah satu pejabat dari daerah yang cukup cemerlang dalam meniti karir. Jabatan saat ini, sebagai Kakanwil Pertanahan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) . Sebelumnya selama kurang lebih dua tahun menegang posisi Kakanwil Pertanahan Jawa Timur (Jatim), usai dipercayakan menjadi salah satu direktur di Kementrian BPN Pusat.

Inilah ungkapan H. Muchtar Deluma tentang keinginanannya mengikuti Pilkadabup Tolti-toli.

Kepada NJI baru-baru ini, H. Muchtar Deluma mengatakan, ikut bertarung di Toli-toli lantaran murni ingin membangun tanah leluhurnya, agar lebih baik lagi. Toli-toli yang maju, berdaya saing dan masyarakatnya bisa sejahtera.

Ke depan katanya, salah satu peluang besar Toli-toli, yakni menyambut pindahnya ibukota negara ke Kalimantan Timur (Kaltim) . Toli-toli yang secara geografis dekat dengan Kaltim akan banyak diperhitungkan.

“Saudara Tua” Kabupaten Buol ini akan menjadi salah satu penyuplai kebutuhan ibukota RI yang baru. Galian C — contoh — salah satunya. Juga ada sejumlah komoditi lain yang bisa dipasarkan ke Kaltim, sehingga akan mendongkrak ekonomi masyarakatnya. Misalnya, hasil perkebunan, ternak, unggas, serta sayur-sayuran segar.

Muchtar berencana akan membuka pintu untuk kemudahan masuknya investor ke Tolitoli. Sumber-sumber penyebab banjir ditata kelola kembali, sehingga Toli-toli bisa terbebas dari banjir.

Beberapa wilayah akan menjadi sentra pengembangan produk unggulan daerah. Seperti Kecamatan Galang sebagai sentra pertanian. Ogotua untuk pengembangan peternakan dan perikanan proyeksi antar pulau.

Bagi Muchtar, masih banyak yang butuh pembenahan serta perhatian serius, agar Tolitoli lebih maju lagi. Untuk itu perlu “pemolesan paripurna”. “Kota Toli-toli sebagai “pintu gerbang ” kabupaten, harus tampil lebih baik lagi dari sekarang, agar dapat disejajarkan dengan daerah lain,” ujar H. Muchtar.

Kata Muchtar lagi, Tolitoli harus ditata, perlu rehabilitasi dan percantikan. Potensinya digali, masyarakatnya disejahterakan, listrikya harus mampu menyuplai kebutuhan industri, serta sumber daya aparaturnya diperbaiki menjadi penyelenggara negara yang clean government

Dari dulu Tolitoli tidak memiliki zoning-zoning. Sehingga bila masyarakat memberinya kepercayaan, Muchtar berjanji akan melakukan reformasi menyeluruh. Ia juga akan membagi pewilayahan yang tidak jelas menjadi lebih teratur. Serta membuka lapangan kerja seluas-luasnya. “Pemukiman, perkantoran, daerah hinterland (penyanggah -red) pertanian yang belum ditata harus diatur dengan mengacu pada RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah dan RDTK (Rencana Detil Tata Ruang Kota),” tegasnya.

Toli-toli butuh tata letak ruang dan wilayah sehingga pengaturan zona akan lebih mudah mengintegrasikannya.

Menurut Muchtar, putra -putri Toli-toli tidak sedikit yang sukses di luar. Maka kini saatnya “back to home” untuk bersama-sama membagun daerah. “Apalagi human resources atau sumber daya manusianya rata -rata baik. Punya latar belakang pendidikan mumpuni. Potensi inilah diharapkan mampu mengelola natural resources atau sumber daya alam Tolitoli yang melimpah. Tolii-toli kaya komodoti pertanian, perkebunan, peternakan serta perikanannya yang belum terkelola maksimal.

Kini Toli-toli membutuhkan pemimpin yang bisa membawa daerah ke gerbang kemakmuran. Tugas bupatnya nanti, bsgaimana menciptakan kesejahteraan, menata pemerintahan yang berwibawa dan bersih, guna memajukan pembangunan berkesinambungan.@ jay.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *