Waspada !!! Surat Ijin Usaha Kecil Menengah dan NIB Palsu, Beredar di Indramayu

Indramayu,NJI – Beredarnya surat Ijin palsu seperti Ijin Usaha Kecil Menengah dan Nomor Induk Berusaha (NIB) di Wilayah Hukum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu – Jawa Barat sangat banyak menelan korban. Bagi masyarakat khususnya kalangan awam atau warga yang tidak mengerti apa-apa sama sekali, disinilah para oknum pembuat kedua surat itu berkeliaran, menjadi peluang kesempatan adanya Bantuan Presiden Usaha Mikro (BPUM) atau Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dijadikan ajang bisnis untuk membodoh-bodohi warga. Bahkan ada ancaman dari mulut oknum itu, ketika warga yang enggan membuat kedua surat itu, dengan dalih jika warga yang tidak mau membuat lewat dirinya bagi yang mendapatkan bantuan itu akan menanggung hutang terhadap Bank. Dimana dari pihak perbankan akan cros cek langsung pada setiap penerima bantuan itu,” Katanya.

Bantuan itu dengan sistem pengambilannya lewat perbankan yakni di Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang dimana orang dari perbankan menginformasikan baik secara tertulis kertas yang di tempel di depan kantornya bahkan dari orang perbankan juga memberitahukan bantuan itu lewat Pemerintahan Desa (Pemdes) setempat bagi warga yang mendapatkan bantuan itu, dimana nantinya orang Desa itu meberitahukan pula kepada warganya, ” Ujar pihak perbankan.

Saat ini maraknya kedua surat ijin palsu yang beredar di tengah-tengah warga itu di wilayah Kecamatan Patrol Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat.
Dari informasi beberapa warga Kecamatan Patrol, menuturkan soal itu , ” iya Pak, kami dapat bantuan itu dan benar dengan bantuan itu ada orang yang meminta supaya dari uang sejumlah Rp 2.400.000 (dua juta empat ratus ribu rupiah), agar menyisipkan untuk membuat surat ijin dan memang benar adanya kami ditakut-takuti, kalau tidak membuat kedua surat itu akan menanggung hutang ketika dari pihak perbankan datang cros cek, sehingga kami takut dan mau saja memberikan uang itu kepada orang itu untuk pembikinan kedua surat ijin itu, yang katanya sebagai Biro jasa,” terangnya. 18/1/2021.

Sedangkan keterangan dari Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (UKM), Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagin), Kabupaten Indramayu – Jawa Barat, Lewat Staffnya ‘DS’ di ruang kerjanya, ” untuk pengajuan atau pengusulan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk persyaratannya, yakni; Pelaku usaha Mikro tidak sedang menerima pinjaman perbankkan maupun KUR, Surat Keterangan Usaha (SKU) atau IUMK Via OSS, Foto Copy KTP, KK, Foto Usaha, Foto Copy buku rekening Bank Rakyat Indonesia (BRI) kalau ada. ‘DS’, ketika di lapangan atau kedapatan di Desa ada oknum yang meminta pungutan liar atau ada pemangkasan dan pemotongan dari hasil Bantuan Presiden Usaha Mikro (BPUM) atau UMKM dengan dalih meminta untuk membuat Surat Ijin Usaha Mikro Kecil dan NIB, Namun pada kenyataannya tindakan tersebut sangat absurd, sebab menurut apa yang dikatakan oleh DS, dalam membuat surat tersebut siapa saja bisa karena mengunakan sistem online. Lebih lanjut ‘DS’ mengatakan, jika banyak oknum dengan mengatas namakan rekom dari Dinas, laporkan kepada kami atau langsung saja laporkan warga yang merasa dibodohi ke pihak yang berwajib (Kepolisian),” bebernya kepada Awak Media, sambil menyerahkan surat edaran.

Diketahui, kedua surat ijin palsu itu ketika di cek barcodenya tidak terdaftar atau terbaca dengan jelas.
Berharap kepada Aparat Penegak Hukum (APH) yang ada di Pemkab Indramayu agar menindak tegas dan berantas oknum pembuat surat ijin asli tapi palsu (aspal) itu, hal itu meresahkan dan sangat merugikan bagi warga. (Yana BS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *