Untuk Ciptakan Kerukunan dan Kedamaian, Da’i Harus Tebarkan Nilai Kebaikan 

Jakarta, NJI – Indonesia sebagai negara yang didirikan berdasarkan kesepatan dari berbagai suku, ras dan agama, tentunya kerukunan menjadi kunci utama dalam menjaga keutuhan bangsa. Oleh karena itu, Dai berperan penting dalam menyebarkan nilai-nilai kebaikan melalui dakwah yang mampu menciptakan kerukunan dan kedamaian.

“Saya berharap para Dai sebagai penyebar kebaikan melawan keburukan dan kemungkaran dapat membawa pada suasana sejuk, damai dan kondusif, untuk menjaga suasana dakwah mewujudkan negara yang damai, Darussalam. Pemerintah sangat membutuhkan kehadiran dan peran dari para Dai,” ujar Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin pada saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Ikatan Dai Indonesia (IKADI) 2020, di Istana Wakil Presiden, Jl. Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (9/3/2020).

Lebih jauh Wapres menekankan bahwa konten dakwah harus sesuai dengan ajaran agama yang menjunjung nilai toleransi. Hal ini ditujukan untuk menanggulangi radikalisme terorisme yang dapat mengganggu ketenangan dalam bernegara.

“Radikalisme terorisme berawal dari pemahaman yang tidak toleransi, menganggap orang lain salah, sesat bahkan kafir. Karena itu pentingnya untuk membangun kesamaan berpikir, bahwasanya dalam hal perbedaan pendapat harus ditoleransi (ihtilaf), dalam arti kita tidak boleh mengingkari sesuatu yang masih diperselisihkan. Tapi yang sudah given dalam agama boleh menerima, sehingga harus panjang dalam wilayah perbedaan. Saya kira peran Dai sangat penting, perkataan Dai itu di dengar orang,” terangnya.

Selain itu, Wapres mengharapkan peran serta Dai dalam masalah kemiskinan, dan kaum duafa, yaitu yang lemah secara kesehatan, pendidikan dan ekonomi.

Sebab, lanjutnya, menurut para ulama kemiskinan dianggap sebagai bahaya yang harus dihilangkan.

“Kemiskinan merupakan masalah yang harus diatasi bersama. Karena mukmin yang kuat lebih baik dari mukmin yang lemah”.

Menyinggung soal virus corona, Wapres berharap para Dai bisa menenangkan masyarakat agar tidak panik. Menurutnya, Pemerintah sudah berjuang untuk mengatasi penyebarannya semaksimal mungkin.

“Sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Rasulullah yang artinya bahwa orang yang sakit jangan didekatkan pada orang yang sehat, begitu juga sebaliknya sehingga perlu ada isolasi. Makanya kita harus menjaga, dan masyarakat harus diberi tahu, agar menghindari dari hal-hal dan kontak dengan hal-hal yang membahayakan,” paparnya.

Mengakhiri sambutannya Wapres menyampaikan apresiasi kepada Pimpinan Pusat IKADI yang telah menyelenggarakan Rakornas IKADI 2020 dengan harapan kegiatan ini menjadi salah satu ikhtiar yang diridhoi oleh Allah SWT.

Sebelumnya, Ketua Umum Pimpian Pusat IKADI Achmad Satori Ismail melaporkan acara ini dihadiri oleh 250 peserta yang merupakan perwakilan dari Pimpinan Pusat dan Pimpinan Daerah dari 34 provinsi dan 350 kabupaten/kota.

Hadir mendampingi Wapres Kepala Sekretariat Wapres Mohamad Oemar, Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi, Staf Khusus Wapres Bidang Umum Masykuri Abdillah, dan Tim Ahli Wakil Presiden Bambang Widianto.(dw/red)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *