Masyarakat Pesisir Ajukan Tiga Tuntutan Terhadap PT. Pertamina EP Asset 3 

Indramayu, NJI – PT. Pertamina (Persero) sesuai dengan Undang-undang No. 8 Tahun 1971 adalah salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditugasi Pemerintah untuk melaksanakan pengusahaan Minyak dan Gas dalam menggenjot ketahanan Energi Nasional dengan memperoleh hasil yang sebesar-besarnya bagi kemakmuran Rakyat dan Negara.

Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat salah satu Daerah penghasil Minyak dan Gas yang lumayan banyak, serta Lokasi Kilang Minyak andalan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), lebih dari 300 titik Minyak dan Gas baik di Darat maupun di Laut. Sejak puluhan tahun silam Minyak dan Gas di Wilayah Kabupaten Indramayu dieksploitasi, namun kesejahteraan Masyarakatnya tak berimbang, ketimpangan Sosial ekonomi antara Penduduk asli Indramayu dengan Karyawan Pertamina sangat nampak.

Dalam Exploitasi di Wilayah  kerja seperti di Jatibarang Field, Subang Field, dan Tambun Field, Crude Oil yang dihasilkannya ditampung di Unit Oil dan Gas Transportation (OGT) yang terletak di Desa Balongan Kecamatan Balongan – Indramayu.Material yang dihasilkan Crude Oli serta produksi samping yang dikenal / Air terproduksi, yang tercampur Crude Oil (ditemukan pada sidak kasi pencegahan dan pemantauan Wilayah 1, Direktorat pengendalian pencemaran dan kerusakan Pesisir dan Laut ( PPKPI, DIT.PPKL-KLHK) berasal dari PT. Pertamina EP Asset 3 yang langsung dibuang ke Laut dan belum diolah sangat berpengaruh bagi keseimbangan Ekosistem di Laut. Pembuangan Air terproduksi yang dilakukan oleh Unit OGT tersebut di atas sudah terjadi sejak puluhan tahun silam. Kegiatan itu terproduksi yang sarat dengan kandungan unsur logam berat sangat berbahaya bagi Ekosistem Laut. Dan berakibat fatal secara langsung pada perekonomian Masyarakat Pesisir yang dalam mencakup kebutuhan ekonomi Keluarganya bergantung pada Sumber Daya Alam (SDA).

Sosial ekokomi Masyarakat tergerus oleh Ekosistem yang secara perlahan dirusak oleh kegiatan PT. Pertamina EP Asset 3 dan “Tak Kenal Kata Maaf” yang terucap dari Management Perusahaan Plat Merah tersebut.
“Kejahatan Lingkungan yang sangat luar biasa,” Keluh Masdi.

” Kami yang peduli dengan keberadaan Lingkungan dan Masyarakat Pesisir yang ada di Kabupaten Indramayu;
1. Meminta kepada Bapak Presiden
Republik Indonesia untuk menindak
dan memberikan sanksi kepada
Management Pertamina EP Asset 3.
2. Meminta kepada PT. Pertamina EP
Asset 3 agar dapat memulihkan
Ekosistem Laut yang telah dirusak
dengan membuang ribuan barrel
per hari Air terproduksi yang
bercampur Crode Oil.
3. Meminta agar PT. Pertamina EP Asset
3 untuk memberikan ganti rugi
kepada Masyarakat Pesisir (Nelayan
kecil dan Petani Tambak) yang
selama puluhan tahun, Sumber Daya
Alamnya yang telah dicekoki Limbah
B3 hingga hancurnya Ekosistem Laut
dimana sebagai tumpuan penghasil
penghidupan ekonominya,” tandas  Masyarakat Pesisir dengan geram. 28/11/2020.

Masdi nama salah seorang yang sangat peduli terhadap Masyarakat, bersama -sama Masyarakat lewat Forum Pelestarian Lingkungan Hidup Indramayu (Forum Pelangi) terus mengupayakan hak-haknya dan meminta kepada PT. Pertamina EP Asset 3 agar dapat bisa menyelesaikan persoalannya. (Yana BS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *