Terkait Adanya Dugaan Data BPNT / PKH Fiktif, Team Awak Media Akan Bongkar Sampai Tuntas

Indramayu,NJI – Investigasi Awak Media tentang adanya Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Penerima Keluarga Harapan (PKH) di Wilayah hukum Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat.Dalam Program Bantuan Sosial (Bansos) yang dimana Pemerintah Pusat anggarkan Triliunan Rupiah itu sangat disayangkan, karena dalam  praktiknya masih semerawut seakan dengan adanya Pedoman Umum (pedum) hanya sebatas slogan hampa  oleh Para Oknum.Demi untuk meraih kepentingan dan keuntungan pribadi maupun golongannya seakan pedum yang ada bukannya untuk dipelajari, untuk difahami ataupun untuk diterapkan sebagaimana mestinya agar dapat dipertanggungjawabkan dalam menjalankan amanahnya. Bansos  di Kabupaten Indramayu – Jabar ditengarai masih saja adanya  praktek-praktek KKN.

Dari pantauan Team Awak Media News Justice Investigasi (NJI) pada kenyataannya dugaan adanya penggelembungan data yang tidak sesuai dari data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang di turunkan langsung ke Warganya, pasalnya dari beberapa keterangan pegawai sebagai Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) menguak juga adanya Praduga itu, seperti TKSK Sukra (Sarjana), saat diminta keterangan kepada Awak Media, ” Saya yang di tunjuk untuk jadi TKSK masih banyak kekurangan dalam menanggapi persoalan-persoalan BPNT, artinya Agen yang membandel untuk menerima teguran atau pengertian bahwa Agen apa yang dilakukannya itu menyalahi pedum yang ada”. Ungkapnya. Dan TKSK Bongas (Aminudin) senada dengan itu, adanya segala persoalan mengenai Bantuan BPNT atau PKH itu sendiri, masing-masing Desa ada Pendampingnya, nah..disinilah Kami masih sulit untuk menjalin kebersamaan dengan pendamping PKH dengan Kami, sedangkan mengenai Agen yang membandel itu dengan kami tidak bisa berdaya ataupun punya taring untuk menonaktifkan Agen yang membandel, bahkan dari Tikor Kecamatan pula tidak berdaya pada saat di lapangan ada Agen yang bandel yang melanggar Pedum itu, adapun penggelembungan data KPM, Kami tidak tau persis jika peristiwanya seperti itu, hanya bisa ungkapan, masih Praduga saja, ” Ucap Aminudin,28/6/2020.

Masih lanjut Aminudin,” Memang benar pada hari Jum’at 26/6/2020 kemarin, Agen-agen yang terpanggil di Kantor Dinas Sosial itu terdiri dari Agen Desa Ranjeng Kecamatan Losarang, Agen Desa Tegal taman Kecamatan Sukra, Agen Desa Patrol Kecamatan Patrol, Agen Desa Cipaat Kecamatan Bongas, Agen Desa Temiyangsari Kecamatan Kroya, dan Kami yang sebagai TKSK yang pada saat itu juga ikut hadir Saya sendiri TKSK Bongas, TKSK Kroya, dan TKSK Patrol, sedangkan yang tidak hadir adalah TKSK Losarang dan TKSK Sukra”. Tukasnya.
Adanya pemanggilan Agen dan TKSK itu atas Pengaduan dari team Media NJI, pada saat hendak konfirmasi kepada Kabid Dinsos Pemberdayaan, Ibu Aam, tidak diberikan kesempatan untuk mengkonfirmasi atas terjadinya Program BPNT yang terjadi dengan melanggar ketentuan pedum, namun team Awak Media menitipkan sesuatu berkas yang sudah Kami bendel agar dapat dipelajari oleh Kabid Pemberdayaan beserta yang terkait dengan Program itu.

Dari beberapa temuan data dan adanya dugaan praktek yang tidak wajar itu, Awak Media berusaha keras untuk terjun langsung di lapangan di kalangan Warga yang menerima Bansos yakni Program BPNT dan PKH tersebut. Hal itu bisa saja benar-benar terjadi adanya, karena selama ini dari pantauan Awak Media belum ada yang berani untuk menerapkan adanya Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik, yang terpampang baik di para Agen yang di tunjuk, di rumah TKSK, Bank penerima atau yang ditunjuk oleh Pemerintah, di Kantor Kecamatan bahkan di Dinas Sosial Kabupatenpun tidak adanya keterbukaan data itu untuk diketahui oleh Publik, padahal apapun programnya sudah pasti mengerucut agar udang-undang tersebut harus ikut andil diterapkan supaya transparansinya bisa dirasakan terhadap semua Masyarakat, jelas untuk menghindari hal-hal yang negatif.Bukan sebaliknya ini malah ketiadaan transparansi terhadap Publik, seakan menutup rapat,takut ketahuan permainan ‘kotor’ selama ini.

Justru buat Awak Media ini benar-benar uji adrenalin, perlu kerja keras dan perlu data-data yang akurat serta kemampuan dan keberanian untuk membongkar adanya praktik ‘busuk’ program BPNT dan PKH. (Yana BS & Team)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *