Ratusan Warga dan Alumni Bersama Pelajar SMK GM Menolak Adanya Papan Plang Oleh KPRI-1

Bogor, NJI – Terkait adanya papan plang yang bertuliskan ‘Dilarang Masuk’ oleh Komunitas Pendukung RI-1 (KPRI-1) yang mengklaim lahan itu sudah diterbitkan Sertifikat Hak Milik (SHM) No 1243 atas nama RO Suhaedah. Mengakibatkan Ratusan Siswa Yayasan Generasi Mandiri (GM) terhalang untuk aktivitas belajar.

Kemudian warga dan alumni serta para siswa siswi SMK GM melakukan Aksi Unjuk rasa dan protes keras adanya Papan Plang yang dipasang oleh kuasa hukum komunitas pendukung Republik Indonesia 1 (KPRI-1). Plang tersebut terpampang di depan gerbang sekolah SMK Generasi Mandiri (GM) Kp. Parungdengdek, Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Senin, (22/11/2021)

Saat diwawancarai oleh awak media selaku Kepala Kepala sekolah (Kepsek) SMK Generasi Mandiri mengatakan, “Karena Kami merasa terganggu dengan datangnya rombongan dari komunitas pendukung Republik Indonesia 1 (KPRI-1) terkait adanya pemasangan plang papan pada Jumat lalu, kami adakan musyawarah dan setelah hasil musyawarah dengan Guru-guru sehingga sesuai dari kurikulum mengambil inisiatif bahwa pelaksanaan pembelajaran bukan dihentikan tetapi dilakukan secara daring, jadi informasi yang sudah beredar terkait aktivitas pembelajaran dihentikan itu sama sekali tidak benar.”ungkap H.Mustofa Kamil

Di tempat yang sama , H. Hamim bertujuan untuk memprioritaskan kepentingan masyarakat menurutnya Yayasan GM yang berdiri di lahan tanah yang diklaim seseorang itu adalah tanah guna Pengangonan hewan (GEWE), milik negara.

Sedangkan terkait ini sudah lama dipermasalahkan. Dalam hal ini, diduga seseorang yang mengklaim sudah memiliki sertifikat padahal sertifikat tersebut menurut pengakuan keluarga besar pemilik tanah luas 2600 M2 dan seluruhnya kurang lebih 8000 M2 dengan cara tidak yuridis,

“Karena ini masih ada asal muasal dan tanah ini masih milik buyut saya, saya tahu persis dengan adanya oknum yang mengklaim yang telah terbit Sertifikat Hak Milik (SHM) No 1243 atas nama RO Suhaedah itu perlu dipertanyakan,” kata H. Hamim.

Dalam hal ini kuasa hukum Bulan Bintang Jabar Solahuddin Dalimunthe SH.MH., dan YBH Batara Diansyah Putra Gumay, S.Kom, SH.,MM., yang diberikan kuasa oleh keluarga besar pemilik tanah, akan kawal sampai tuntas, yang Asal muasal tanah dengan luas 2600 M2 itu masih milik keluarga besar H. Hamim secara turun menurun, dan H Hamim masih salah satu keturunan dari keluarga pemilik tanah tersebut.
“Adanya sertifikat itu diduga memalsukan berkas dan harus dipertanyakan keabsahan nya,” Terang Solahuddin Dalimunthe SH.MH.,

Sebelumnya pernah diuji oleh Mabes Polri karena pada saat itu permasalahan ada kejanggalan, kemudian keluarlah Labscrime dari Mabes Polri dan tertuang adanya tanah yang bersertifikat itu bisa disebut asli tapi palsu (Aspal), karena diduga memalsukan berkas,dan pihak badan pertanahan Nasional (BPN) diduga tidak secara Yuridis “tutupnya.

Berbagai tanggapan dari beberapa warga dengan adanya papan plang tersebut saat mengetahui adanya plang yang berdiri di depan Sekolahan SMK GM mengatakan,
“Saya kaget adanya plang papan itu yang sudah bersertifikat atas nama RO Saudah, Setau saya pada tahun 1985 ini tanah Guna Pengangonan Hewan (GEWE), saya mewakili warga sangat tidak menerima dan akan menolak adanya papan plang di sekolahan SMK GM, sedangkan sekolahan ini kan tempat untuk menuntut ilmu,”beber Papang S. Kepada awak media.

Papang S pun menambahkan, “80% siswa siswi yang sekolah di SMK Generasi Mandiri asli warga parungdengdek, kalau aktivitas sekolah dihentikan bagaimana nasib siswa siswi kedepannya,” Lanjutnya.

Hal senada disampaikan oleh Dede Ibnu Arifin masih warga setempat dan ia mengatakan, sebagai Warga Parungdengdek,menolak keras dengan pemasangan Plang oleh KPRI-1 yang mengklaim sebagai kuasa dari pemilik lahan RO Suhaedah dengan menyegel Yayasan SMK GM itu karena mengganggu sarana Pendidikan.

“Kami menolak pemasangan plang ini, karena berkaitan dengan aktivitas anak didik sekolahan SMK GM. Tujuan dari KPRI-1 itu untuk menyegel tidak boleh ada aktivitas sekolahan sesuai dengan yang tercantum di Plang oleh KPRI-1. Saya pernah komunikasi dengan KPRI-1 dia ditugaskan pengamanan tanah oleh pemilik RO Suhaedah,” Jelasnya.

_(Red)_

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *