Pemkab Sosialisasi Pembatasan Jam Operasional Bagi Para Pelaku Usaha

Karawang,NJI – Pemerintah Kabupaten Karawang melakukan sosialisasi pembatasan jam operasional bagi para pelaku  usaha melalui surat edaran No.510/2268/Disperindag.

Dalam Surat edaran tersebut diperuntukan bagi para pelaku usaha yang berada dilingkungan pasar rakyat atau pasar tradisional ,pedagang kaki lima,pertokoan, cafe/warung, dan restoran/rumah makan.

Wakil Bupati Karawang H. Ahmad Zamakhsyari,Sag menginstruksikan agar para pelaku usaha mematuhi aturan yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah untuk mencegah penyebaran pandemi covid 19.

Dikatakanya,untuk pasar rakyat atau pasar tradisional tidak diberlakukan pembatasan jam operasional. Kegiatan usaha bagi para pedagang jam operasionalnya dilaksanakan seperti biasa.

Tetapi para pedagang di pasar tradisional harus mengikuti prosedur protokol kesehatan seperti halnya para pedagang di pasar harus menyediakan alat pencuci tangan (hand sanitizer, harus jaga jarak minimal satu meter dan mereka wajib menggunakan masker.
“Konsumen yang berbelanja di pasar jangan melebihi waktu antara 15 menit hingga 30 menit,”tandas Wabup kepada awak media, Senin (27/04/2020).

Untuk para pelaku usaha  pertokoan buka operasional kegiatan usahanya mulai jam 09.00 WIB sampai dengan jam 17.00 WIB. Mereka harus menyediakan hand sanitizer,jaga jarak minimal 1 meter dan wajib menggunakan masker.

Selanjutnya bagi para pelaku usaha rumah makan(restauran), usaha cafe, warung makan dan pedagang kaki lima, selama Bulan Suci Ramadhan jam buka operasionalnya mulai jam 16.00 WIB sampai dengan jam 21.00 WIB. Selain itu dalam melayani konsumen bisa menggunakan sistim online / grabb (pesan antar) atau pesan langsung yaitu makananya diambil dan dibawa oleh konsumen.
Kemudian mereka dilarang melayani konsumen ditempat daganganya, baik secara perseorangan maupun kelompok.

Begitupula di tempat daganganya mereka harus menyediakan hand sanitizer,jaga jarak minimal 1 meter dan wajib menggunakan masker.

Wabup menambahkan pembatasan jam operasional ini tidak berlaku bagi para pedagang yang menjual kebutuhan pokok masyarakat(sembako), apotek dan toko yang menjual obat dan alat kesehatan.
“Jika para pelaku usaha  melanggar aturan  ini akan  ditindak penutupan oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease Covid 19,”papar Wabup.

Sementara ketentuan ini berlaku sejak surat edaran dikeluarkan tanggal 27 April 2020 sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut.(Bob)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *