Pembagian BPNT di Desa Sumuradem Diduga Agen Abal-Abal Bermodus Mengatas Namakan Ormas Tertentu

Indramayu,NJI – Adanya dugaan Agen abal-abal di Desa Sumuradem Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu – Jawa Barat dalam pembagian Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), di situ sebagai Agen atau Oknum penyaluran komoditas sembako untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) . Kenyataan di lapangan Agen yang bernama Kaerul ternyata agen yang sudah dicopot, artinya sudah tidak lagi beroperasi untuk menangani Program BPNT. Dengan tidak terdaftarnya Agen tersebut pada kenyataannya sampai sekarang di bulan Agustus tahun 2020, masih bisa menyalurkan Program itu.

Agen Kaerul dengan tiga (3) rekanannya, terhadap team Awak Media News Justice Investigasi (NJI) dirinya meminta untuk klarifikasi, dan Kaerul dengan dibantu oleh 3 rekanannya itu, mengutarakan, ” memang, iya Saya mengenai Beras sahabat rice itu adalah distributor PC GP Ansor yakni Organisasi Kami, jadi Kami di situ untuk kesejahterahan Organisasi Kami, sedangkan beras itu Kami sudah ada ijin dari Kementannya, kalau ijin dari Dinas memang belum Kami tempuh dan soal EDC Saya dapat pinjam, memang iya juga. ” Ungkap Kaerul.

Dan Tenaga Kesejahterahan Sosial Kecamatan (TKSK) Sukra, Sarjana, menjelaskan, ” Agen Kaerul memang benar ia adalah Agen yang sudah tidak boleh lagi untuk menyalurkan Program BPNT itu, dan Saya beserta tikorcam Sukra sudah berupaya, memberikan edukasi bahkan Saya pribadi sebagai TKSK juga sudah memberitahukan atau mencoba tindakan klarifikasi kepada Kepala Desa (Kades) atau Kuwu Sumuradem artinya di situ Saya meminta bantuan karena Kuwu adalah Penguasa atau Pemimpin Wilayah Desa itu. Namun disitu Kuwu, katanya selalu ada tekanan atas kedatangan ‘pasukan’ Organisasi tersebut. ” Ungkap Sarjana. 17/8/20.

Sedangkan dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupten Indramayu yang salah satunya adalah Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial (Kabid Dayasos) Ibu Aam yang semestinya ada tindakan, pada kenyataanya masih mandul tidak ada taringnya, seakan pembiaran terus terjadi.

Adanya peristiwa itu, supaya Aparat Penegak Hukum bertindak secepatnya, karena kejadian praduga itu sudah jelas-jelas melawan hukum dan peraturan Pemerintah dalam Program BPNT tersebut yang sudah diterapkan. Hendaknya penerapan aturan hukum tidak tebang pilih, berantas para oknum yang curang dan melawan hukum. (Yana BS/Ikhwanudin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *