Ombudsman Apresiasi Pemkab Karawang Bertindak Cepat Tangani Kasus Pipa Minyak Pertamina

Karawang,NJI –┬áPemerintah Kabupaten Karawang dapat pujian dari Ombudsman Republik Indonesia karena sangat responsif dalam menangani kasus tumpahnya Pipa minyak milik Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) di perairan utara Karawang yang terjadi di tahun 2018-2021.

“Karawang telah berhasil menjadi penghubung antara masyarakat nelayan dengan pihak Pertamina sehingga tuntutan kompensasi korban terdampak sudah bisa diterima,” sebut Heri Susanto Anggota Ombudsman RI saat mengisi sarasehan nelayan yang diselenggarakan Yayasan Masyarakat Pesisir, bertempat di Galeri Seni dan Budaya baru baru ini dan dihadiri Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana, Agus Supriyanto selaku Senior Manager Relation Regional 2 Pertamina (PHE-ONWJ), Serra Ketua Yayasan Masyarakat Pesisir Dona Ramdona.

Heri Susanto mengatakan langkah konkret pihak Pemkab Karawang ini patut dicontoh daerah lain, khususnya daerah yang memiliki kasus serupa. Dimana Pemerintah setempat harus menjadi penengah atau penghubung antara masyarakatnya dengan pihak yang patut bertanggung jawab untuk segera memberikan kompensasi karena telah menimbulkan kerugian.

Ombudsman di tahun 2021 ini sambung Heri, telah menangani 2 laporan masyarakat dengan terlapor dari PT Pertamina, yakni kasus kebakaran kilang minyak Pertamina Balongan Indramayu dan PT Pertamina PHE ONWJ di Karawang. Keduanya di Propinsi Jawa Barat.

Diuraikan, agar kerugian perseroan tak semakin membengkak, untuk itu perhatian revitalisasi mesti ditujukan pada kilang-kilang tua yang sudah lemah untuk berproduksi lebih. Sebab, bila jumlah produksi tak bergerak dan bahkan mengalami penurunan, maka wajar bila pemerintah terus melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Pengelolaan asset Pertamina menuntut profesionalisme manajemen utamanya level manajer ke atas (bidang kilang minyak),” urai Heri Susanto.

Sementara Bupati Cellica menyebutkan, pihaknya memberikan perhatian serius terhadap kejadian tumpahnya pipa minyak pertamina di tahun 2018. Pasalnya ,dampak lingkungan kebocoran minyak tersebut langsung dirasakan masyarakat yang tinggal di pesisir, termasuk nelayan dan petani tambak. Pihak pemkab langsung beri arahan dan meminta di setiap desa mengkoordinir warga mereka yang terdampak. Namun sebelumnya pihaknya melakukan investigasi dan menginventalisir kerugian yang dialami warga, termasuk kerugian materi.

‘Pemkab Karawang meminta pihak Pertamina untuk bertanggung jawab memberikan kompensasi. Pertama, pemberian air bersih dan pelayanan kesehatan,”tandas bupati.
.
Ditambahkan, Pertamina juga telah membayarkan kerugian materi kepada masyarakat terdampak. “Hingga hari ini ganti rugi yang diberikan Pertamina telah mencapai 91 persen,”imbuhnya. (BOB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *