Jual Beli Lahan Parkir Kridasana Kasusnya Mandek di Kejati Kalbar, Ada Apa?

Dalam pembicaraannya Ridho mengatakan bahwa terjadinya jual beli lahan parkir tidak prosedural dan tidak merujuk kepada aturan normative, dia mengatakan semestinya jual beli harus melewati pintu mekanisme Tim namun secara langsung dilakukan oleh Mastro sehingga harga bukan hasil keputusan Tim Apraisal harga katanya.

Menyikapi pembicaraan antara Ridho dengan investigatornya terkait tentang jual beli lahan parkir Kridasana yang berkasus maka koordinator lembaga TINDAK INDONESIA angkat bicara terkait ada kesamaan kasus yaitu dengan kasus jual beli lapangan bola Pontura yang dikawal lembaga sampai di proses litigasinya, di mana titik masalahnya ( pelanggaran hukum ) di mana harga yang mesti dibayarkan kepada pemilik tanah atau lahan adalah harga yang bukan dari keputusan harga Tim Apraisal ( penentuan harga sendiri oleh pejabat ).

Oleh karena tendensi kongkalikong yang berwujud negosiasi di luar jalur sudah jelas terjadi di balik misteri jual beli lahan parkirnya dan jelas secara formil sudah melanggar aturan normative maka Kejaksaan Tinggi Propinsi Kalimantan Barat harus dapat membuktikan salah atau tidaknya terkait wujud fisik atau materiilnya di pengadilan, demikian kata Yayat. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *