DPRD Karawang : Atasi Banjir Di Cilamaya Perlu Dibuat Sumur Resapan

Karawang,NJI – Setiap memasuki musim penghujan musibah banjir akibat luapan Sungai Cilamaya acapkali menuai persoalan,namun tak kunjung selesai dalam penangananya.

Ketua Komisi III DPRD Karawang H. Endang Sodikin mengungkapkan, untuk mengatasi persoalan banjir di Cilamaya ini perlu dibuat sebanyak satu juta sumur resapan sepanjang 29 km yaitu antara Cilamaya Wetan sampai dengan Jatisari.

“Terutama yang paling penting dan krusial adalah bagaimana sepanjang Barugbug sampai dengan Cilamaya membuat sumur resapan,”terang Endang Sodikin,”
usai melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pegiat lingkungan Fordas Cilamaya Berbunga, para kades dan stakeholder lainya,Jumat (12/11/2021).

Tak hanya itu saja, kata Endang Sodikin,
tanggul tanggul yang ada belum sesuai dengan harapan sebagai penahan banjir, Hal ini debit air yang berasal dari Sungai Cilamaya dan Ciherang tentunya karena berbarengan, sehingga secara otomatis keberadaan normalisasi tidak efektif.

Endang Sodikin menyebutkan, untuk membuat sumur resapan, pegiat lingkungan Fordas Cilamaya Berbunga dan PJT II Jatiluhur mendesak pihak SDA Provinsi Jawa Barat untuk merealisasikannya guna mengatasi persoalan banjir di Cilamaya.

Selain itu, sambung Endang Sodikin, didalam RDP juga Kades Barugbug minta jalan yang dikhususkan sepanjang jalan Barugbug-Jatisari. Karena saat ini masih menggunakan jalan milik PJT yang kondisinya sudah retak retak.

“Mudah mudahan bisa segera dibuatkan DED nya oleh pihak pemkab. Mumpung masih WPPS 2022, semuanya bisa masuk dengan program pembangunan yang baru,”
jelas Endang Sodikin.

Ia berharap, terkait program pembangunan yang baru dan ada korelasinya dengan penanganan banjir ini dapat terealisasi di tahun 2022, termasuk sambungan antara jalan Desa Cilamaya berbatasan dengan wilayah Subang harus dibangun jembatan.

Hal lainnya didalam RDP juga ada keluhan saat musim penghujan, Perumahan Mutiara Cilamaya yang berada di Desa Tegalwaru Kecamatan Cilamaya Wetan sering banjir karena tidak adanya klep pintu air. (BOB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *