Agen di Kecamatan Bongas Masih Membandel, Diduga Jadi Ajang Bisnis Para Oknum

Indramayu,NJI – Kesemerawutan Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang ada di Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat seakan bukanlah satu kali terjadi namun hal itu sudah terjadi beberapa tahun yang lalu hingga kini masih belum tertib dan belum bisa menerapkan Peraturan yang diterapkan baik menurut Peraturan dari Pusat maupun Peraturan di masing-masing Wilayah Kabupate/Kota seakan Peraturan di buat hanya sebuah hiasan dan sebuah dukungan untuk Program itu pada kenyataannya belum bisa dijadikan pedoman yang sungguh-sungguh agar dapat di fahami dan di taati, pepatah mengatakan Peraturan seakan ” tumpul di atas tajam di bawah “.
Dugaan Agen yang masih saja membandel dengan tidak mengindahkan Peraturan Wilayah seolah-olah berpura-pura tidak mengerti dan berdalih banyak alibi, seakan dengan lembaran Uang segalanya bisa di tutup-tutupi atas kesalahannya atau kebobrokannya. Agen Khasanah yang salah satunya Agen yang dipercaya untuk penyaluran Program BPNT/PKH masih saja berbuat seenak udelnya saja, dari pantauan Awak Media News Justice Investigasi (NJI) dimana Agen Khasanah pernah dipanggil oleh Dinas Sosial (dinsos) Kabupaten Indramayu dengan dugaan komoditi atau komposisi sembako yang tidak sesuai Peraturan Umum (pedum) atas dasar aduan dari Team Awak Media NJI dengan tuduhan komoditi : dua buah pir, ayam yang tidak di timbang, telur dengan hitungan bijian saja, dan Agen Kasanah bekerjasama Bumdes yang ada di Desanya dengan jasa gesek Kartu ATM Rp 2.000 (Dua ribu rupiah) saja, kini Agen Khasanah diduga bisniskan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan memanfaatkan tenaga Para Oknum Ketua Kelompok atau Bapak Rukun Tetangga ( Pak RT) dengan imbalan perKPM Rp 5.000 (Lima ribu rupiah) dimana Ketua Kelompok atau RT mengumpulkan Kartu ATM dari KPM, dan yang lebih naasnya lagi KPM disaat menerima sembako harus menebus dengan sebuah lembaran rupiah kepada Ketua Kelompok atau RT.
Agen Khasanah menerima KPM dari luar Wilayah atau Zonasi atau Kecamatan lain yakni dari Desa Sukahaji dan Desa Arjasari Kecamatan Patrol, padahal di Desa Sukahaji sendiri sudah tersediahnya Agen BPNT/PKH itu, Agen Khasanah sendiri yang beralamatkan dari Desa Cipaat Kecamatan Bongas.
Konfirmasi atau klarifikasi Awak Media terhadap Agen Khasanah, Anaknya, “Ibu gak ada di rumah, sedang ke Indramayu Kota, kalau soal KPM yang datang ke sini dari Wilayah Kecamatan tetangga memang ada, pak, dan ketika Kami sebagai Agen yang mempunyai IDC untuk dipinjam hanya jasa gesek saja Rp 2.000 ke bumdes, memang benar karena Kami terpaksa melakukannya, dan mengenai komoditi buah pir Kami untuk KPM masih saja Dua biji, memang harga buahnya lagi mahal. ” Ungkap Windah anak perempuan dari Agen Khasanah kepada NJI.
Atas kejadian ini Awak Media NJI sudah konfirmasi kepada Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) Aminudin namun Awak Media disuruhnya untuk mengkonfirmaikan kepada Tikorcam dulu, ” Ucap Aminudin.
Sementara¬† Ibu Aam sebagai Kepala Bidang Pemerdayaan Sosial (Kabid dayasos), ” nanti Saya coba klarifikasikan Tikorcam-tikorcamnya,” Singkatnya.
Lemahnya Penegak Peraturan Bantuan Sosial (Bansos) itu, seakan praduga yang terjadi jelas-jelas bukanlah dugaan namun kenyataan yang sengaja dibiarkan, seakan tutup telinga dan tutup mata, ketiadaan tindakan yang serius benar adanya. (Yana BS / Ikhwanudin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *