Dr. H. Syuaib Djafar, M.Si : Ibukota RI Pindah Berkah Bagi Sulteng

PALU, NJI – Rencana pemindahan ibukota dari Jakarta ke Kalimantan Timur (Kaltim), bisa menjadi berkah bagi Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Pindahnya ibukota, juga dapat dianalogikan sebagai sebuah perjalanan panjang dan akan memasuki gerbang tol.

Kepindahan ibukota, bukan saja akan membuka peluang beragam bisnis. Dia akan menstimulasi daerah sekitar, termasuk Sulteng.

Demikian gambaran Dirut PT. Pembangunan Sulawesi Tengah PT. PS Dr. H. Syuaib Djafar M.Si saat ditemui NJI di Palu baru-baru ini.

Menurut H. Syuaib Djafar, Palu sebagai ibukota Provinsi Sulteng, adalah kota yang secara geografis, posisinya cukup simetris dengan Kaltim. Letak yang sangat strategis itu, tentulah, akan mendorong pertumbuhan ekonomi kedepan lebih cepat lagi dan menjadi berkah bagi Sulteng.

Dalam menyongsong perpindahan ibukota negara ke Kaltim kata Syuaib, PT. PS sudah menyiapkan antisipasi. Selain itu, untuk tahun 2020 ini sejumlah program PT. PS sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terkait kor bisnisnya. meliputi pertambangan dan jasa-jasa lainnya.

Seiring berpindahnya ibukota, potensi galian C yang baru, terus dikembangkan sebagai, salah satu sayap usaha PT. PS, selain yang sudah ada di Kota Palu dan Kabupaten Donggala. Galian C dimaksud yakni yang berada di Kabupaten Buol.

Terhadap jasa usaha lainnya kata H. Syuaib, PT. PS telah bermitra dengan petani dalam self society kapacity untuk pemberdayaan petani. Bagaimana agar masyarakat petani bisa merencanakan, melaksanakan dan melakukan evaluasi sendiri usahanya.

Jagung misalnya, sudah ada permintaan sebanyak 5.000 ke Java Convice, Karkil Surabaya, juga ke PT. Segar.

Terkait itu sebut
Syuaib, daerah-daerah potensial untuk penanaman jagung seperti Kabupaten Buol, Parigi Moutong, Tojo Una-una serta Kabupaten Sigi oleh PT. PS, akan dijadikan basis tanaman pangan khusus jagung. Kepada para petani di daerah tersebut oleh PT. PS, akan diberikan bibit yang sudah diatur planingnya.
Caranya? PT. PS menyiapkan segala yang dibutuhkan para petani. Benihnya misalnya. Juga penyiapan lahannya, demi menunjang kepentingan daerah. “Kalau untuk Parigi Moutong — tepatnya di Desa Tomini — sudah dibuka 400 Ha lokasi penanaman jagung. Diawali di lahan 100 Ha dulu,” jelas mantan Kadis Pariwisata Sulteng.

Yang menggembirakan hati tambah Suaib, ditengah upaya pengembangan komoditi jagung Sulteng, PT. PS ditunjuk menjadi distributor Pupuk Kaltim. Baik untuk pupuk subsidi maupun non subsidi. Dan PT. PS diberi kesempatan untuk menggarap daerah pertanian subur Toili dan Kecamatan Luwuk Timur, Kabupaten Banggai. Dalam penyaluran pupuk bersubsidi, PT. PS memfasilitasi dengan memberi kesempatan Bumdes (Badan Udaha Milik Desa) untuk pengelolaannya kepada para petani dan kelompok-kelompik tani (Poktan) terkait penyediaan pupuk bagi jagung dan tanaman pangan lainnya. Dengan begitu para petani tidak akan kesulitan mendapatkan pupuk karena sudah disiapkan Bumdes. Pola ini diharapkan sekaligus membuka lapangan kerja baru yang otomatis ikut nengentaskan kemiskinan di pedesaan.

“Jika Itu sukses, maka program selanjutnya akan merambah ke lain wilayah di Sulteng,” imbuh Syuaib Djafar.@ jay.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *