Ir.Syukriah Tjatjo Thaha,MM : FPII Harus Memiliki Alat Ukur Sebagai Control Kepemimpinan

Sulteng,NJI – Dewan Penasehat Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Setwil Sulawesi Tengah Ir.Syukriah Tjatjo Thaha,MM. menekankan bahwa marwah dan karakter independensi yang melekat dalam roh dan jiwa FPII,menjadi solusi untuk menjawab permasalahan Pers Indonesia dewasa ini.Karenanya prinsip yang dibangun dan dijadikan sebagai pondasi dalam semangat juang , militansi,soliditas dan integritas oleh FPII Sulawesi Tengah sangatlah tepat ” tekannya.

Menurut Ir. Syukriah Tjatjo Thaha,MM hal ini dapat menjadi sumber semangat bekerja yang tak kenal lelah dalam melakukan pembinaan kepada seluruh anggota dan kader yang mengedepankan kredibilitas lembaga, namun tetap dijalankan dengan harmonis dan kekeluargaan. Dia pun menyebutkan suatu pondasi yang kuat dan fleksibel,tentu akan jadi kekuatan, harus diimbangi dengan elastisitas,” ujarnya.

Ir.Syukriah Tjatjo Thaha,MM juga menandaskan FPII harus memiliki alat ukur untuk mengetahui dan untuk mengkaji sejauh mana para pengurus maupun kadernya dalam hal penerapan prinsip lembaga tersebut pada masing – masing pengurus , baik di awal maupun di tengah kepengurusan , mengingat hal ini sangat penting yang kemudian sebagai control kepemimpinan ,” tandasnya.

Lebih lanjut Ir.Syukriah Tjatjo Thaha,MM, menjaga marwah lembaga FPII melalui prinsip lembaga ,tentu sangat baik dan wise. Dalam hal ini secara khusus juga dapat menjadi pondasi bagi seluruh anggota FPII, atau insan Pers di luar kepengurusan dalam menjalankan aktifitas ,diharapkan akan menjunjung tinggi kredibilitas kewartawanan, yang kemudian hal ini akan menjadi cermin profesionalisme kerja – kerja kewartawanan untuk mendapatkan kepercayaan dan penghargaan oleh masyarakat.

Ir,Syukriah menekankan kerja profesional serta adanya kepercayaan publik akan berkorelasi dengan peningkatan ekonomi. Dan kepemimpinan FPII Sulawesi Tengah,dirinya mengharapkan dapat melihat hal ini sebagai suatu langkah strategis,dan lebih dari itu akan menjadi contoh sampai kepada kepengurusan tingkat kabupaten,bahkan oleh seluruh lembaga FPII, di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tercinta.( Darma NJI – sulteng).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *