Petugas Tilang Kejaksaan Negeri Jakarta Utara Bantah Adanya Pungli

Jakarta, NJI –Maraknya praktik percaloan tilang di Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara tak jarang membuat pelanggar tilang tidak nyaman bagaimana tidak , begitu tiba di parkiran Kejari Jakut sejumlah orang menghampiri dan menawarkan jasa pengambilan tilang , sering dijumpai dengan gaya preman surat tilang langsung direbut tanpa ada kesepakatan harga.

Diduga ada permainan antara petugas tilang dengan beberapa orang orang calo yang sudah dijanjikan pengambilan khusus sore hari dengan harga dilebihkan Rp 20 ribu/lembar dari harga denda yang sudah ditetapkan oleh pengadilan .

Ketika di konfirmasi akan hal itu melalui chat Whatsapp Senin (07/01/2018) menyangkal ” Gak berani kita ngambil kalau gak pake surat kuasa, dan gak pernah ada soal calo ngambil sore hari dengan denda berbeda dengan putusan pengadilan” Tegas Tito .

Sugeng salah satu pelanggar tilang mengaku dirinya ngambil melalui jasa calo tilang, barang bukti yang ditahan SIM A mengaku lagi nunggu tilang , ketika ditemui awak media ” saya lagi nunggu mbak suruh tunggu sampai jam 4:00 WIB , mengenai tilang yang sudah terlambat katanya gak apa-apa saya ngambilnya bayar Rp 700 ribu sama orang itu”. Katanya .

Berbeda dengan Indra warga Cileungsi dengan pelanggaran yang sama tidak berhasil mengambil karena sudah lewat sidang dan harus kembali lagi hari Senin sementara tidak punya uang banyak, ketika datang hari seninpun tidak diterima karena tilangnya tangkapan Polda Metro Jata dan harus kembali lagi hari Selasa.

Sementara Kepala Bagian tilang Theodora Marpaung melalu telpon selulernya , mengatakan sudah diterapkan sistem untuk pengambilan tilang Polda Metro Jaya adalah hari Selasa , itupun tidak bisa diwakilkan tanpa surat kuasa dari pelanggar.

(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *