Terasa Lamban, Kasus Pencemaran Nama Baik di Polres Malili Dipertanyakan Keluarga


NJI Sulsel – Sudah sebulan lebih laporan yang masuk ke Polres Malili di Kabupaten Luwu Timur lantaran dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Kepala Desa Kawata kepada mantan bendahara desa, Atira Tahir mulai dipertanyakan oleh pihak keluarga.

Berdasar laporan tertulis yang diperlihatkan oleh keluarga korban pencemaran nama baik, kepala Desa Kawata menuding Atira telah menggelapkan anggaran sebesar Rp. 80.052.915 yang terbagi beberapa item, diantaranya pajak, keagamaan, pajak drainase, utang ke Gazali dan sisa uang untuk pembayaran fisik pada tahun anggaran 2016.

Saat dikonfirmasi, keluarga korban mengaku kecewa dengan tindakan kepala desa dan minta agar pihak kepolisian segera menindaklanjuti proses hukumnya. “Sudah sebulan lebih laporan kami masuk, semoga polisi bisa cepat untuk menindaklanjuti karena keluarga Kami sudah sangat malu karena perbuatan pak desa”, ujar Anto, Salah satu keluarga Atira Tahir.

Sementara pada tahap kedua, menurut laporan kepala desa bahwa pada tahun anggaran 2017 tahap pertama, yakni realisasi anggaran tahun pertama dan sisa uang tahun 2017 tahap pertama dan sisa uang yang dipegang.

Pihak reskrim Polres Luwu Timur yang dikonfirmasi mengakui masih sementara memproses, “terakhir kami sudah memeriksa sekretaris desa”, ungkap pihak Polres Luwu Timur beberapa waktu lalu.

Ditempat terpisah, korban Atira Tahir yang dikonfirmasi mengaku malu dengan kejadian tersebut. “Saya terpaksa tinggalkan kampung dan pekerjaan akibat kelakuan kepala desa ke saya. Saya ingin nama baik saya kembali, dan secepatnya bisa diproses oleh kepolisian”, ungkapnya (01/05). (Albar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *